RESUME DAY 1 & DAY 2 PKKMB UNIVERSITAS LAMPUNG 2025


NAMA : MUHAMAD FARREL FITRA NAYAKA
FAKULTAS : HUKUM
PRODI : HUKUM
NPM : 2512011042

                                                            MATERI PKKMB DAY 1
* Pembukaan
1. Absensi
2. Menyanyikan lagu Indonesia raya
3. Menyanyikan hyme Unila
4. Mars Unila
5. Mengheningkan cipta
6. Pembukaan ketua senat
7. Pembacaan doa

Materi 1: Pengembangan Karakter Mahasiswa

Oleh :  AKBP. Vicky Dzulkarnain, M.M.
Moderator : Dr. Muhtadi, S.H., M.H., CRA., CRP., C.Med.

A. Society 5.0 adalah sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada masyarakat dan berbasis teknologi

B. Kejahatan yg dimungkinkan di masa depan:
    -Kejahatan Kesehatan: Kloning DNA illegal untuk tujuan reproduksi atau ambil organ, kloning virus
     dan obat, retas aplikasi data kesehatan.
    -Kejahatan Komputer: Meretas sistem terenskripsi illegal, peralatan yang berhubungan dengan
      internet, merekayasa kecerdasan buatan (AI), dan headset/kacamata/lensa atau VR seseorang
      untuk memata matai apa yang mereka lihat.
    -Kejahatan Pendidikan: Rekayasa Nootropik yang memberi pengguna kemampuan kognitif manusia
      manusia super sehingga membuat sebagian besar bentuk pengujian pendidikan tradisional menjadi
      usang, membeli AI di pasar gelap untuk mengerjakan semua pekerjaan di rumah anda.

C. Manfaat kuliah sambil bekerja:
     -Melatih kemampuan Time Magement
     -Memperbesar peluang sukses
     -Menambah wawasan
     -Menambah relasi
     -Melatih leadership dan teamwork

D. Mahasiswa sebagai penerus bangsa:
     -Berkontribusi untuk masyarakat
     -Bersikap dan berprilaku disiplin
     -Ikuti prinsip dasar yang benar
     -Taat hukum (nilai etika, jujur, dan integritas)
     -Tanggung jawab
     -Hormati hak orang
     -Bekerja keras dan tepat waktu
     -Tidak menyalahkan orang lain

E. Penyampaian pendapat di muka umum adalah penyampaian pikiran dengan lisan, tulisan, dsb., secara
     bebas dan bertanggung jawab di hadapan orang banyak seperti:
     -Menghormati HAM
     -Tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang undang
     -Menghormati aturan aturan moral yang diakui umum

F. Peran Mahasiswa dalam menjaga ketertiban masyarakat:
    -Menjunjung keakraban, toleransi, dan menghormati hak hak sesama Mahasiswa
    -Peduli untuk menjaga lingkungan maupun sarpras yang ada di kampus
    -Menginisiasi atau memotivasi UKM UKM untuk menyelenggarakan giat giat yang bernuansa
      kepedulian sosial di lingkungan kampus maupun di luar kampus
 
Materi 2: Transformasi Bandar lampung menuju kota metropolitan.

Oleh : Walikota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana

    Bapak Haryanto Kepala Badan Kesbangpol Bandar Lampung yang menyampaikan materi dari walikota karna bu Eva berhalangan hadir. Bapak Haryanto menyampaikan bahwa Kemendikbudristek melarang sistem perpeloncoan yang menimbulkan Kekerasan fisik dan psikologis, jadi sebagai gantinya diimplementasikan dengan dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat secara kellmuan, contoh kegiatan yang mendukumg  yaitu dengan menggelar diskusi tentang Kehidupan sosial kemasyarakatan dalam Internal & eksternal kampus.

Pesan dari Ibu walikota:

1. Jadikan program PKKMB Sebagai wahana untuk memahami lingkungan akademis.

2. Jadikan program Pengenalan PKKMB sebagai forum meningkatkan wawasan baru dalam pengawasan sarana    akademik yang tersedia di kampus secara maksimal.

3. memberikan Pemahaman tentang wacana kebangsaan serta Pendidikan yang Mencerdaskan mahasiswa berdasarkan nilai-nilai Kemanusiaan

4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Unila Seperti norma-norma yang berlaku di kampus.
    Mahasiswa diharapkan dapat membantu mensosialisasikan program" pemerintah sekaligus menyuarakan aspirasi masyarakat, kita diharapkan dapat terlibat langsung dalam berbagai proyek pembangunan magang, penelitian, maupun kegiatan sukarela, kita harus menjadi bagian dari solusi. gunakan waktu Kuliah ini untuk mengembangkan diri, berorganisasi, dan berinteraksi dengan masyarakat, beliau percaya jika sinergi kita disatukan dapat mewujudkan kota metropolitan yang maju.

* Materi 3 : Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri Oleh Wakil Rektor Bidang Akademik      

 Oleh : Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono S.Si, M.T.

    Narasumber bercerita tentang kondisi kampus pada tahun 1992, saat narasumber masih menjadi    seorang mahasiswa baru. Beliau menceritakan tekatnya sebagai mahasiswa baru yang walaupun berasal dari kampung tapi beliau bisa mencapai cita-citanya. Beliau ingin menyampaikan overview tentang Universitas Lampung, beliau akan menyampaikan transformasi pendidikan di Universitas Lampung sehingga perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Beliau menjelaskan struktur kepengurusan di Universitas Lampung yang dipimpin oleh rektor dan diikuti oleh wakil rektor 1 hingga wakil rektor 4. Narasumber menjelaskan tentang "cita-cita" Universitas Lampung sehingga diharapkan Universitas Lampung yang luhur sehingga diharapkan Unila bisa mencapai dalam waktu tertentu menjadi suatu Universitas yang terkenal dan berprestasi". Beliau menjelaskan alur menjadi seorang mahasiswa baru unila dari pendafatran hingga dinyatakan lulus dan melalui proses registrasi sebelum menjadi mahasiswa baru. Beliau menjelaskan transformasi Unila sampai 2024, beliau memperlihatkan tahapan 5 tahunan Unila yang terjadi sangat signifikan. Kemudian beliau menjelaskan tentang sistem perkuliahan Unila yang menggunakan sistem quality ensurance yang mengatur semua prodi wajib berakreditasi unggul berstandar internasional maupun nasional dan saling berkaitan. Narasumber menjelaskan prestasi - prestasi Universitas Lampung dikancah internasional. Narasumber berharap Unila dapat terus menunjukan eksistensinya dimata internasional. Kemudian beliau memperlihatkan dan menjelaskan program- program studi di Unila yang sudah terakreditasi nasional unggul, beliau menjelaskan jenis-jenis akreditasi dan jumlah prodi yang mendapatkan setiap akreditasi. Beliau menjelaskan upaya Unila dalam mendapatkan akreditasi internasional disetiap prodinya. Lalu beliau memperlihatkan prestasi dan banyaknya mahasiswa Unila yang berkuliah diluar negeri sebagai mahasiwa pertukaran. Lalu beliau menjelaskan fasilitas yang disediakan Unila untuk kepentingan pembelajaran mahasiswa. Kemudian yang terakhir beliau memperlihatkan proyek yang sedang berlangsung, yaitu proyek RSPTN Unila yang sedang dibangun dan ditargetkan akan selesai dalam waktu yang akan datang. 

Materi 4: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Oleh : Brigjen TNI Haryantana, S.H. (Komandan Korem 043 Gatam)
Moderator : Dr. Ahmad Rifa'i, S.Sos, M.Si (Dosen FISIP Universitas Lampung)

    Negara Indonesia merupakan negara yang sangat kaya yang terdiri dari 17.000 pulau dan juga berbagai kebudayaan, itu merupakan suatu hal yang harus kita banggakan. Dengan adanya 4 pilar kebangsaan dan juga beberapa wawasan kebangsaan kita harus mengenal situasi bangsa Indonesia baik dilihat dari global, dunia, nasional, maupun dengan regional. 

    Perkembangan paham radikalisme, intoleransi, dan terorisme masih menjadi ancaman di Indonesia. Dengan mempelajari cinta tanah air, masyarakat akan membantu aparat keamanan dan pemerintah untuk menangani hal tersebut. Pilkada 2024 merupakan salah satu bentuk nyata kolaborasi masyarakat dan juga aparat dalam hal politik.

    Ditengah ketidakpastian global, perekonomian indonesia masih mencatat pertumbuhan meskipun sedikit perlambatan. IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,1% pada 2025 dan 2026. Hal tersebut karena negara kita merupakan negara yang kaya, contohnya ketahanan pangan yang didengungkan dalam pemerintah sehingga kita bisa bekerja sama dengan stakeholder pemerintah dengan TNI dan Polri dibantu oleh masyarakat.

    Permasalahan sosial budaya yang akan menumbuhkan konflik sosial dapat diatasi apabila kita memahami makna dari salah satu konseus dasar yaitu Bhinneka Tungggal Ika. Dalam hal ini masyarakat dapat berkoordinasi dengan k/l terkait guna melaksanakan monitoring dan upaya mitigasi penanganan bencana di wilayah.

    Ancaman bangsa Indonesia yaitu paham radikalisme, intoleran, terorisme, gerakan separatis, tawuran pelajar, narkobga, pergaulan bebas, masalah demografi. Dalam mengatasi hal tersebut kita dapat mengambil contoh pada 3 unsur wawasan kebangsaan yaitu rasa bangsa, paham kebangsaan, maupun semangat kebangsaan. Masyarakat harus mempunyai rasa cinta tanah air. Memahami konsep kebangsaan termasuk sejarah, nilai-nilai dan tujuan nasional juga penting untuk mengatasi ancaman bangsa Indonesia di era sekarang. 

    Yang harus kita lakukan agar nasionalisme tidak terkikis yaitu, kita harus mempunyai karakter dan tujuan hidup yang jelas, kerja keras untuk masa depan, menggaki potensi diri, berani berkompetisi secara sehat, taat aturan, cinta tanah air, mau bekerjasama dan menghargai perbedaan, tenang disegala situasi dan kondisi, mampu melihat perspektif orang lain, empati terhadap kondisi sekitar, dan up to date.

MATERI PKKMB DAY 2

Hari Kedua PKKMB

    Hari kedua PKKMB Universitas Lampung berlangsung semakin meriah dan penuh semangat. Acara dibuka dengan perkenalan setiap fakultas beserta yel-yelnya. Sorakan mahasiswa baru yang kompak menyuarakan yel-yel membuat suasana aula hidup, penuh energi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Menurut saya pribadi, momen ini cukup berkesan karena memperlihatkan pentingnya solidaritas sejak awal, sesuatu yang pasti akan sangat dibutuhkan dalam perjalanan kuliah maupun berorganisasi nanti.

Materi Utama Hari Kedua

    Setelah sesi pembuka, acara berlanjut dengan materi bertema “PKKMB 2025: Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045” yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. Beliau menekankan peran mahasiswa di era digital serta pentingnya pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Bagi saya, ini menjadi pengingat bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang kuliah di kelas, tapi juga bagaimana kita bisa ikut berperan dalam perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi dan Edukasi

Mahasiswa baru juga mendapat sosialisasi terkait dua isu penting, yaitu:

Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT)

Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)

    Sesi ini memberikan pesan kuat bahwa kampus harus menjadi ruang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan maupun narkoba. Menurut saya, hal ini sangat penting karena kampus adalah rumah kedua yang harus dijaga bersama. Dengan kesadaran kolektif, mahasiswa bisa saling melindungi dan membangun budaya positif.

Inspirasi dari Mahasiswa Berprestasi

    Acara juga menghadirkan mahasiswa Unila yang sudah menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Mereka berbagi pengalaman mulai dari kemenangan lomba akademik dan olahraga hingga inovasi teknologi seperti deteksi dini tsunami dan perangkat pemberantasan judi online. Menurut saya, kisah mereka benar-benar memotivasi. Dari sini saya belajar bahwa kesuksesan di kampus bukan hanya soal IPK tinggi, tapi juga keberanian berinovasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pengenalan UKM

    Sesi berikutnya adalah perkenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yang memang paling ditunggu. Mahasiswa baru dikenalkan dengan berbagai organisasi, mulai dari yang bersifat formal seperti BEM dan DPM, hingga UKM seni, olahraga, kewirausahaan, dan riset. Menurut saya, UKM adalah wadah besar untuk mengembangkan diri di luar akademik. Dengan aktif di UKM, kita bisa melatih kepemimpinan, memperluas relasi, sekaligus mengasah soft skills yang akan berguna di masa depan.

Penutup Acara

    Sebagai penutup, suasana kembali cair dengan kehadiran maskot Unila, Rusa Nila. Mahasiswa baru diajak bernyanyi, menari, dan tertawa bersama. Selain sebagai hiburan, momen ini juga mempererat kebersamaan dan membangun semangat persaudaraan sejak awal masuk kampus.

    Hari kedua PKKMB pun berakhir dengan kesan mendalam. Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya memberikan wawasan, tetapi juga motivasi, inspirasi, dan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam perjalanan kuliah maupun kehidupan sosial di kampus. PKKMB 2025 terasa dirancang dengan baik karena tidak sekadar memperkenalkan dunia kampus, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, serta semangat untuk ikut berkontribusi bagi masa depan bangsa.

0 Comments